MELIHAT LUKISAN PROGRAM KERJA DI AKHIR TAHUN

Annual report adalah sebuah activity wajib untuk tiap perusahaan yang menjalankan bisnis Suatu laporan mengenai keadaan keuangan perusahaan dalam jangka waktu 1 tahun. Termasuk di dalam laporan ini antara lain Neraca Perusahaan, Laporan Laba/Rugi dan Neraca Arus Kas. Laporan ini harus disampaikan kepada para pemegang saham untuk disetujui di dalam RUPS untuk selanjutnya disahkan sebagai laporan tahunan resmi perusahan.

 

Lebih luas dari itu biasanya perusahaan juga pada umumnya tidak hanya melihat dari Perspektif Keuangan saja namun termasuk Perspektif Pelanggan, Perspektif Bisnis Internal dan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran ini yang disebut dengan konsep Balanced Scorecard (BSC) banyak perusahaan menggunakan metode ini karena tidak hanya mengukur dari sisi keuangan namun dari perspektif lainnya juga sehingga diharapkan mampu menjabarkan misi dan strategi perusahaan kepada tolak ukur kinerja perusahaan tersebut.

 

Dari Perspektif Keuangan, Balanced Scorecard menggunakan tolok ukur kinerja keuangan, seperti laba bersih dan ROI (Return on Investment), karena tolok ukur tersebut secara umum digunakan dalam organisasi yang mencari keuntungan/provit. Tolok ukur keuangan yang didesign dengan baik dapat memberikan gambaran yang akurat untuk keberhasilan suatu organisasi.

Dari Perspektif Pelanggan, bagaimana organisasi memperhatikan pelanggannya agar berhasil. Mengetahui pelanggan dan harapan mereka tidaklah cukup, suatu organisasi juga harus memberikan insentif kepada manajer dan karyawan yang dapat memenuhi harapan pelanggan. Bill Mariot mengatakan “Take care of your employee and they take care of your customer”. Perhatikan karyawan anda dan mereka akan memperhatikan pelanggan anda. Perusahaan antara lain menggunakan tolok ukur kinerja barikut:

         Kepuasan pelanggan (customer satisfaction)

Tolok ukur kepuasan pelanggan adalah mengukur apakah perusahaan memenuhi harapan pelanggan atau sebaliknya, baik produk jasa maupun maunfatur.
         Retensi pelanggan (customer retention)

Tolok ukur retensi atau loyalitas pelanggan menunjukan bagaimana baiknya perusahaan berusahan mempertahankan pelanggannya. Secara umum dikatakan bahwa dibutuhkan 5x lebih banyak untuk memperoleh seorang pelanggan baru daripada mempertahankan seorang pelanggan lama.

         Pangsa Pasar (market share)

Pangsa pasar mengukur proporsi perusahaan dari total usaha dalam pasar tertentu.

         Pelanggan yang profitable

Untuk perusahaan yang mencari provit/keuntungan, hal yang digaris bawahi (bottom line) adalah pelanggan yang profitable, yaitu pelanggan yang memberikan keuntungan kepada perusahaan.

 

Dari Perspektif Bisnis Internal,  Terdapat hubungan sebab akibat antara perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dengan perspektif usaha internal dan proses produksi. Karyawan yang melakukan pekerjaan merupakan sumber ide baru yang terbaik untuk proses usaha yang lebih baik dengan proses control mutu yang benar.

 

Dari Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan, Untuk tujuan insentif, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan berfokus pada kemampuan manusia. Manajer bertanggung jawab untuk mengembangkan kemampuan karyawan. Tolok ukur kunci untuk menilai kinerja manajer adalah kepuasan karyawan, retensi karyawan, dan produktivitas karyawan. Kepuasaan karyawan mengakui bahwa moral karyawan adalah penting untuk memperbaiki produktivitas, mutu, kepuasan pelanggan, dan ketanggapan terhadap situasi. Manajer dapat mengukur kepuasan karyawan dengan mengirim survei, mewawancarain karyawan, mengamati karyawan pada saat bekerja.

Seperti Melukis

Menjalankan Program Kerja sepertihalnya seorang pelukis melakukan guratan-guratan koasnya ke dalam kanvas. Program kerja adalah rencana yang telah diperhitungkan dan dipertimbangkan dan disetujui. Jika program kerja ingin berjalan sesuai dengan rencana maka lakukan dan tetap berpijak pada rencana yang telah ditetapkan, dari sisi pimpinan harus memberikan dukungan penuh dan pengawasan terhadap implementasi program. Tidak sedikit para manager yang terlena dan terpancing situasi dan kondisi dimana harus melalukan improvement dan akhirnya mereka terjebak dalam situasi yang sulit karena pembengkakan anggaran akibat dari kegiatan mereka yang tidak terkendali dengan baik. Hingga akhirnya tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan disitulah lukisan tidak akan sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan.  Kuncinya adalah jika merencanakan ingin melukis seekor harimau mulailah dengan membuat guratan-guratan dan pola se ekor harimau, tetapkan tujuan awal, lakukan tahapan, jika ingin membuat terobosan kreatif usahakan gunakan pola warna yang mendukung bahwa warna tersebut adalah warna harimau. Karena jika salah dalam mengimplementasikan terlebih jika ada usaha untuk merubah strategi diperjalanan maka yang akan terjadi bukan seekor harimau yang akan dihasilkan dari lukisan tersebut, melainkan se ekor kucing bahkan mungkin bisa saja seekor tikus. Di moment laporan kerja silahkan anda evluasi apakah lukisan yang dihasilkan dari pekerjaan anda selama satu tahun sesuai dengan rencana awal atau justeru melenceng dari yang ditetapkan perusahaan.

1 Comment

Komentar ditutup.